Kabarbandung.id – Kota Bandung memiliki target besar untuk mengatasi masalah sampah hanya hingga tempat pembuangan sementara (TPS).
Hal tersebut sebagai antisipasi tidak beroperasinya Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti yang diprediksi berakhir beberapa tahun lagi.
Direktur Teknik dan Operasional PD Kebersihan Kota Bandung, Iwan Setiawan mengatakan saat ini terdapat 154 TPS di seluruh Kota Bandung dan beberapa mulai menerapkan metode pengolahan sampah seperti peuyeumisasi.
“Mudah-mudahan dengan program ini kita cari formula cara menyelesaikan sampah di kota bandung. mungkin ada model lain di setiap TPS.”
“Jadi sebenarnya kita adopsi untuk pengelolaan sampah. Saya yakin warga Kota Bandung bisa mengurasi sampah sendiri atau memilah,” katanya.
Dia optimis target tersebut bisa terealisiasi terutama setelah hadirnya program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan).
“Sudah positif terutama dari perilaku karena perilaku ini sangat menentukkan keberhasilan kang pisman, karena pengelolaan sampahnya itu berasal dari sumber. Ini otomatis merubah perilaku masyarakat.”
“Kita melatih masyarakat untuk memisahkan sampah tapi dari volume sampah masih tetap. Nanti setelah di olah, justru volume yang akan kita angkut ke TPA yang harus dikurangi dengan adanya pengolahan menggunakan teknologi seperti kompos, biodigester, peuyeumnisasi,” katanya.





