Kabarbandung – Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh faktor genetika.
Penyakit ini membuat protein yang terkandung dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara maksimal.
Hal tersebut membuat para penderita harus menjalani tranfusi darah karena belum ada metode kedokteran yang bisa menyembuhkan penyakit ini.
Setiap tahun jumlah penderita Thalasemia semakin bertambah. Pada 2018 di Indonesia tercatat terdapat 9.131 pasien. Khusus Kota Bandung terdapat 441 pasien.
Karena penyakit ini merupakan turunan, kemungkinan besar kasus penderita meningkat karena banyak penderita Thalasemia menikah dengan sesama penderita.
“Boleh nikah tapi kalau bisa pilih yang bukan pembawa sifat, jangan sama-sama pembawa sifat, meski tetap ada resiko tapi itu kecil,” kata Kadinkes Kota Bandung, Rita Verita usai acara peringatan hari thalasemia sedunia di Pendopo Kota Bandung, Kamis (2/5/2019).
Menurutnya untuk mengetahui seseorang memiliki Thalasemia diperlukan screening meski terdapat beberapa gejala seperti pengaruh kepada kesehatan, perkembangan lambat, sulit konsentrasi dan beberapa tanda lain.
“Tapi yang paling utama yaitu screening, oleh karena itu kami mengharapkan masyarakat umur berapapun di screening karena bisa ketauan kalau screening agar turunannya tidak Thalasemia,” katanya.





