Kabarbandung.id – Baraya Bandung, sebaiknya kamu menahan diri untuk bersedekah pada pengemis. Sebab, meski niatnya baik, hal itu akan jadi pemancing berjamurnya pengemis.
Di Kota Bandung sendiri keberadaan pengemis kemungkinan bertambah saat Ramadan. Sebab, gairah warga untuk bersedekah biasanya semakin besar.
Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung Tono Sumartono berharap warga bersikap bijak saat bersedekah. Daripada diberikan kepada pengemis, sebaiknya sedekah disalurkan ke lembaga resmi, misalnya pengelola zakat atau ke pengurus masjid.
“Kalau (pengemis) terus ada yang ngasih uang, pasti mereka akan terus bertambah banyak,” kata Tono dalam Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (2/5/2019).
Menurutnya, beramal harus melihat dampak dan manfaatnya. Apalagi, banyak pengemis yang masih muda dan sehat. Tapi, mereka memilih menjadi peminta-minta daripada bekerja.
“Coba jangan dikasih, geus we antepkeun (biarkan saja),” ungkapnya.
Cara itu bukan berarti menghilangkan rasa kemanusiaan. Cuek terhadap pengemis justru untuk membuat mereka berpikir. Jika mengemis tidak membuat mereka banyak uang, mereka kemungkinan akan berpikir untuk mencari pekerjaan.
Dinsos sendiri akan bekerjasama dengan Satpol PP untuk mencegah menjamurnya pengemis di Kota Bandung saat Ramadan nanti. Salah satu yang dilakukan adalah akan melakukan patroli atau razia.
Tujuannya agar di Kota Bandung bisa diminimalisir keberadaan pengemis. Sehingga, Bandung menjadi kota yang nyaman.
Pengemis yang sengaja datang dari luar kota juga akan ‘dihadang’ petugas. Mereka akan dijaring di tempat kedatangan, salah satunya di stasiun.
Sebab, stasiun jadi tempat potensial untuk datangnya pengemis. Tahun lalu misalnya, Dinsos dan Satpol PP menjaring 30-an pengemis perempuan yang sengaja datang dari daerah lain untuk mengemis di Bandung selama Ramadan. (bud)





