Belakangan ini, berbagai bencana alam terjadi di Indonesia. Biasanya, ketika bencana terjadi, warga akan berbondong-bondong mengirimkan bantuan.
Bantuan itu bisa berupa sembako, makanan siap saji, pakaian, hingga kebutuhan bayi seperti popok, makanan bayi, dan susu formula.
Namun, jika kamu ingin berdonasi susu formula, sebaiknya kamu berpikir ulang. Sebab, mengirimkan susu formula belum tentu tepat. Kenapa?
Dikutip dari laman alodokter.com, saat ini, donasi susu formula atau produk bayi lain (botol, dot, empeng) hanya dapat diberikan dengan persetujuan dari Dinas Kesehatan setempat. Sebab, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemberian susu formula pada daerah bencana kemungkinan dapat meningkatkan risiko terjadinya diare, kekurangan gizi, hingga kematian bayi.
Kenapa pemberian susu formula ini meningkatkan risiko-risiko di atas? Ini penjelasannya:
1. Tidak tersedia perlengkapan yang memadai
Berbagai perlengkapan untuk menyiapkan dan memberikan susu formula, seperti alat memasak, sendok dan botol, belum tentu tersedia di lokasi bencana. Kalaupun ada, belum tentu perlengkapan ini dalam kondisi bersih dan steril.
2. Tempat yang kotor serta sulit mendapat air bersih
Air panas dan bersih untuk melarutkan susu mungkin tidak selalu ada di lokasi bencana. Kalaupun ada, mungkin telah terkontaminasi. Keterbatasan air untuk mencuci botol susu juga dipertanyakan, belum lagi kebersihannya, sehingga sterilisasinya masih diragukan.
3. Kemungkinan terkontaminasi saat penyimpanan
Susu formula mungkin juga akan terkontaminasi karena penyimpanan yang kurang baik, ditambah dengan kondisi lingkungan yang kurang ideal.
4. Susu yang cocok untuk tiap bayi berbeda
Susu formula yang cocok untuk tiap bayi di daerah bencana bisa saja berbeda. Apalagi jika mereka ada yang menderita alergi susu atau lahir prematur.
Dari empat uraian di atas, bukan berarti kamu tidak boleh mengirim bantuan berupa susu formula. Jika ingin berdonasi susu formula, lebih baik pilih susu formula siap saji dibanding susu formula bubuk.
Selain itu, berikan informasi kepada pihak yang menerima bantuan, terutama Dinas Kesehatan, BPBD, atau instansi berwenang lainnya di lokasi kejadian. Berikan informasi soal komposisi dan kegunaan dari susu formula yang kamu kirim.
Meski mungkin komposisi hinga kegunaan susu formula itu ada pada kemasannya, pemberian informasi secara langsung akan lebih efektif. Sehingga, pihak berwenang di lokasi bencana bisa lebih cepat memastikan susu formula yang kamu kirim aman atau tidak untuk diberikan pada korban bencana. (bud)





