close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Minggu, 19 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Awan Panas Guguran “Marathon’ Keluar dari Merapi

Budiana
Kamis, 28 Januari 2021 - 02:00:48
in HEADLINE, KABAR NUSANTARA
Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar

Ilustrasi aktivitas Gunung Merapi. (Badan Geologi)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Gunung Merapi yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur terus memperlihatkan aktivitas vulkaniknya. Puluhan kali awan panas guguran dikeluarkan oleh Merapi pada Rabu (27/1/2021).

“Sejak pukul 00.00-14.00 WIB, Gunung Merapi telah meluncurkan 36 kali awan panas guguran dengan jarak luncur antara 500-3.000 meter ke arah barat daya atau kulu Kali Krasak dan Boyong,” kata Kepala BPTKG PVMBG Badan Geologi Hanik Humaida.

Awan panas guguran itu tercatat di seismogram dengan amplitudo antara 15-60 milimeter dan durasi 83-197 detik. Akibat dari kejadin ini, beberapa lokasi melaporkan adanya hujan abu, misalnya di kawasan Tamansari dan Musuk, Kabupaten Boyolali.

“Hujan abu dapat terjadi sebagai akibat dari kejadian awan panas guguran,” ungkap Hanik.

Ia mengimbau masyarakat mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, seperti menggunakan masker, kacamata, dan menutup sumber air agar tidak tercemar.

Hanik mengatakan, sejauh ini jarak luncur awan panas guguran masih dalam radius bahaya yang direkomendasikan BPPTK PVMBG Badan Geoloi. Rinciannya, 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi pada jalur Kali Boyong-Bedog-Krasak-Bebeng-Putih. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang direkomendasikan itu.

Sementara karena saat ini masih musim hujan, ia mengimbau masyarakat juga mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi.

Gunung Merapi sendiri saat ini masih memiliki potensi bahaya, yaitu kemungkinan adanya guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Bali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih dengna jarak maksimal 5 kilometer dari puncak.

“Sedangkan erupsi eksplosif masih berpeluang terjadi dengan lontaran material vulkanik diperkirakan menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” pungkas Hanik.

Awan panas guguran pun masih terjadi setelah pukul 14.00 WIB. di antaranya pada pukul 17.36 WIB dengan estimasi jarak luncur 1,8 kilometer dan pukul 20.26 WIB dengan estimasi jarak luncur 2 kilometer. Keduanya mengarah ke arah barat daya, terutama wilayah Kali Krasak dan Boyong.

Tags: badan geologibpptkgerupsigunung merapimerapipvmbg
Previous Post

Kobe Bryant Jadi Nama Alun-Alun Kota di Italia

Next Post

Banyak Utang, Barcelona Terancam Bangkrut

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.