Selama tahun 2020, tercatat ada 243 bencana yang melanda Kabupaten Garut. Peristiwa tersebut terjadi di musim kemarau dan musim hujan. Masyarakat setempat dituntut tetap waspada menghadapi berbagai potensi bencana, terutama musim hujan berupa banjir dan longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Firman Karyadin mengatakan, bencana paling dominan adalah tanah longsor sebanyak 141 kejadian, lalu banjir 49 kejadian, angin kencang/puting beliung 20 kejadian, dan pergerakan tanah 15 kejadian.
?Bencana lainnya adalah kebakaran lahan dan hutan, gempa bumi, pohon tumbang, rumah roboh, cuaca ekstrim, serta orang hilang,? kata Ffirman didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Daris Hilman, belum lama ini.
Firman menuturkan, sedikitnya 4.303 kepala keluarga/13.360 terdampak, dengan tiga orang meninggal dunia dan dua orang terluka. Sebanyak 128 jiwa penduduk terdampak juga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Juga bangunan rumah dan berbagai bangunan infrastruktur hancur atau rusak terdampak beragam bencana tersebut.
?Ada 6.048 bangunan rumah terdampak bencana, terdiri 621 unit rumah hancur, 169 unit rumah rusak berat, 142 unit rumah rusak sedang, 1.810 unit rumah rusak ringan, 543 unit rumah terancam, dan 2.763 unit rumah terendam banjir,? jelasnya.
Firman menuturkan, turut terdampak 30 unit sekolah, 35 unit tempat ibadah, 11 hektare lahan sawah, dua unit fasilitas umum, tujuh hektare lahan/hutan, dua kilomter jalan, 27 hektare kebun, satu hektare kolam ikan, dan sebanyak 34.039 unit bangunan irigasi.





