Selama penerapan kebijakan ganjil genap, volume kendaraan yang masuk Kota Bogor turun hingga 8.082 kendaraan. Data itu berdasarkan volume kendaraan yang masuk gerbang exit tol Jagorawi pintu Baranangsiang pada Sabtu (30/1/2021) sebanyak 29.442 kendaraan, sementara pada Sabtu (6/2/2021) hanya 21.360 kendaraan.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, pada Minggu (31/1/2021) lalu ada 2.931 kendaraan, sedangkan Minggu (7/2/2022) yang masuk Kota Bogor ada sekitar 1.567 kendaraan atau turun 47 persen.
“Pada Minggu sampai pukul 09.00 WIB saja bisa turun sampai 1.365 kendaraan atau 47 persen,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).
Bima Arya mengatakan, volume kendaraan ke Kota Bogor terlihat lebih landai. Hal itu berkat sosialisasi yang lebih maksimal.
“Kalau untuk penurunan angka Covid-19 nanti kita lihat minggu depan,” tuturnya.
Bima mengatakan, pihaknya hanya melihat target pengurangan mobilitas warga. Terlihat dari dua hari ini Kota Bogor jauh lebih lengang 40 sampai 50 persen.
“Tinggal kita liat minggu depan apakah pengurangan mobilitas ini ada dampak bagi tren Covid-19 di Kota Bogor,” katanya.
Bima Arya menjelaskan, pada penerapan Ganjil Genap pekan depan bertepatan dengan libur Panjang akan lebih dimaksimalkan melalui sosialisasi dan koordinasi di lapangan. Setelah itu pihaknya akan melihat data-data kebijakan Ganjil Genap menunjukan korelasi penurunan angka Covid-19.
“Ya, sangat mungkin kami lanjutkan. Semua tergantung pada data. Kami akan undang epidemiolog nanti untuk memberikan sarannya. Mengingat angka Covid-19 masih tinggi di atas 187 per kemarin. Tapi kan efek dua hari ini baru akan terlihat satu minggu kedepan,” jelasnya.





