Hampir setahun pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia dengan jumlah yang meningkat setiap harinya.
Namun di kalangan masyarakat adat Baduy yang berada di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, belum ada satu temuan kasus.
Padahal kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lebak hingga Jumat (22/1/2021) kemarin mencapai 1.215 orang dengan rincian 572 orang sembuh, 613 isolasi dan 30 meninggal dunia.
Ternyata salah satu kunci kesuksesan masyarakat adat Baduy yaitu mentaati prosedur dari pemerintah yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
“Kami mengoptimalkan edukasi tentang bahaya COVID-19 agar mereka mengetahui penyebaran penyakit yang mematikan itu,” kata Petugas Medis Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Iton Rustandi.
Menurut dia, Puskesmas setempat terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19 dengan membagikan ribuan masker di permukiman warga dan melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, juga menyiapkan wastafel di sepanjang jalan memasuki pemukiman Baduy.
Saat ini, kata dia, pihaknya melayani enam desa di wilayah kerjanya, di antaranya Desa Kanekes, Bojongmenteng, Nayagati dan Cisimeut Raya. Jumlah kasus COVID-19 di wilayah kerjanya itu tercatat tiga orang positif COVID-19, dua di antaranya meninggal dunia.
“Pasien COVID-19 yang meninggal itu warga luar Baduy dan diduga tertular di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, karena mereka kerap berobat,” katanya.
Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, masyarakat suku Baduypun dilarang untuk ke luar daerah seperti Jakarta dan daerah-daerah lain termasuk sebaliknya.





